Category Archives: puisi kehidupan
Raja muda dan negeri daratan (Cerita negeri 1000 malam)
Raja muda dan negeri daratan (Cerita negeri 1000 malam) Dialah penguasa negeri daratan Raja muda yang berjalan menatap awan Di besarkan dalam istana khayangan Istana yang tak mengenal kenyataan Raja muda berjalan pongah ke depan Senyumnya tanda keramahan Menghias setiap
Raja muda dan negeri daratan (Cerita negeri 1000 malam)
Raja muda dan negeri daratan (Cerita negeri 1000 malam) Dialah penguasa negeri daratan Raja muda yang berjalan menatap awan Di besarkan dalam istana khayangan Istana yang tak mengenal kenyataan Raja muda berjalan pongah ke depan Senyumnya tanda keramahan Menghias setiap
GAGAK HITAM, MACAM KUMBANG dan RAJA HUTAN (sebuah Cerpen)
GAGAK HITAM, MACAM KUMBANG dan RAJA HUTAN (sebuah Cerpen) Apakah kalian dengar Aku sang Gagak yang berteriak lantang Aku ingin mengirimkan pesan Ujarnya menatap Bulan dan Bintang Malam ini begitu terang Tak ingin lagi aku berdiam Tak ingin lagi aku
GAGAK HITAM, MACAM KUMBANG dan RAJA HUTAN (sebuah Cerpen)
GAGAK HITAM, MACAM KUMBANG dan RAJA HUTAN (sebuah Cerpen) Apakah kalian dengar Aku sang Gagak yang berteriak lantang Aku ingin mengirimkan pesan Ujarnya menatap Bulan dan Bintang Malam ini begitu terang Tak ingin lagi aku berdiam Tak ingin lagi aku
Hujan pun turun di pantai tuban utara – tinggal luka yang tertinggal di setiap kata – bukankah melati tumbuh mekar di musim hujan? atau maaf kini hanya menjadi sebuah hiasan?
Hujan pun turun di pantai tuban utara – tinggal luka yang tertinggal di setiap kata – bukankah melati tumbuh mekar di musim hujan? atau maaf kini hanya menjadi sebuah hiasan?
Hujan pun turun di pantai tuban utara – tinggal luka yang tertinggal di setiap kata – bukankah melati tumbuh mekar di musim hujan? atau maaf kini hanya menjadi sebuah hiasan?
Hujan pun turun di pantai tuban utara – tinggal luka yang tertinggal di setiap kata – bukankah melati tumbuh mekar di musim hujan? atau maaf kini hanya menjadi sebuah hiasan?
Bukankah malam selalu ingin dekat dengan bintang-di kegelapan dalam keheningan-ketenangan tanpa gangguan-kecuali batu2 api yang terbang-indah menari di ekornya yang terbakar-terkadang, aku terlalu lelah untuk pulang-untuk berjalan ke depan-bintang malam katakan pada pemilik fajar-malam ini aku terlalu lelah untuk pulang-terlalu lelah untuk sekedar berjalan
Bukankah malam selalu ingin dekat dengan bintang-di kegelapan dalam keheningan-ketenangan tanpa gangguan-kecuali batu2 api yang terbang-indah menari di ekornya yang terbakar-terkadang, aku terlalu lelah untuk pulang-untuk berjalan ke depan-bintang malam katakan pada pemilik fajar-malam ini aku terlalu lelah untuk pulang-terlalu
Bukankah malam selalu ingin dekat dengan bintang-di kegelapan dalam keheningan-ketenangan tanpa gangguan-kecuali batu2 api yang terbang-indah menari di ekornya yang terbakar-terkadang, aku terlalu lelah untuk pulang-untuk berjalan ke depan-bintang malam katakan pada pemilik fajar-malam ini aku terlalu lelah untuk pulang-terlalu lelah untuk sekedar berjalan
Bukankah malam selalu ingin dekat dengan bintang-di kegelapan dalam keheningan-ketenangan tanpa gangguan-kecuali batu2 api yang terbang-indah menari di ekornya yang terbakar-terkadang, aku terlalu lelah untuk pulang-untuk berjalan ke depan-bintang malam katakan pada pemilik fajar-malam ini aku terlalu lelah untuk pulang-terlalu
Wanita jaman sekarang – hanya cinta pada pria mapan – apa dia pikir hidupnya akan aman? Wanita2 pemuja bunga bank – harta benda sebagai jaminan – jika itu hilang – dan suami tiba2 hilang kesadaran – rasa hormat pun tergadaikan – lalu cinta sekedar bualan – tak perlu lagi di pertahankan – cerai pun jadi pilihan – benarkah mereka wanita jaman sekarang?
Wanita jaman sekarang – hanya cinta pada pria mapan – apa dia pikir hidupnya akan aman? Wanita2 pemuja bunga bank – harta benda sebagai jaminan – jika itu hilang – dan suami tiba2 hilang kesadaran – rasa hormat pun tergadaikan
Wanita jaman sekarang – hanya cinta pada pria mapan – apa dia pikir hidupnya akan aman? Wanita2 pemuja bunga bank – harta benda sebagai jaminan – jika itu hilang – dan suami tiba2 hilang kesadaran – rasa hormat pun tergadaikan – lalu cinta sekedar bualan – tak perlu lagi di pertahankan – cerai pun jadi pilihan – benarkah mereka wanita jaman sekarang?
Wanita jaman sekarang – hanya cinta pada pria mapan – apa dia pikir hidupnya akan aman? Wanita2 pemuja bunga bank – harta benda sebagai jaminan – jika itu hilang – dan suami tiba2 hilang kesadaran – rasa hormat pun tergadaikan
Perang di tanah Sumatra – ketika siasat gagal di jakarta – hati2 dengan istilah kata – ini perang tipu daya – wahai pemuda dan remaja – waspada dengan penghianat agama – hati2 dengan mata2 – mereka bagian dari rencana – siasat perang propaganda – kejahatan yang dibina – berkedok wajah agama – skenario cerita dalam berita – fitnah keji di media massa.
Perang di tanah Sumatra – ketika siasat gagal di jakarta – hati2 dengan istilah kata – ini perang tipu daya – wahai pemuda dan remaja – waspada dengan penghianat agama – hati2 dengan mata2 – mereka bagian dari rencana –
Perang di tanah Sumatra – ketika siasat gagal di jakarta – hati2 dengan istilah kata – ini perang tipu daya – wahai pemuda dan remaja – waspada dengan penghianat agama – hati2 dengan mata2 – mereka bagian dari rencana – siasat perang propaganda – kejahatan yang dibina – berkedok wajah agama – skenario cerita dalam berita – fitnah keji di media massa.
Perang di tanah Sumatra – ketika siasat gagal di jakarta – hati2 dengan istilah kata – ini perang tipu daya – wahai pemuda dan remaja – waspada dengan penghianat agama – hati2 dengan mata2 – mereka bagian dari rencana –
Lonceng pagi berdentang kencang – di kota merah Luoyang – naga terbang datang bersama 7 pemimpin kerajaan – bumi pun berguncang – setalah datangnya mahdi pemimpin perang – negeri Khan lalu mengumumkan perang – api kematian lalu membakar negeri yang di kelilingi lautan – membunuh semua 12 suku yang terbuang – menghancurkan negeri yang memiliki 50 bintang – di akhiri berdamai dengan penguasa kota bukit 2 menara terang.
Lonceng pagi berdentang kencang – di kota merah Luoyang – naga terbang datang bersama 7 pemimpin kerajaan – bumi pun berguncang – setalah datangnya mahdi pemimpin perang – negeri Khan lalu mengumumkan perang – api kematian lalu membakar negeri yang
Lonceng pagi berdentang kencang – di kota merah Luoyang – naga terbang datang bersama 7 pemimpin kerajaan – bumi pun berguncang – setalah datangnya mahdi pemimpin perang – negeri Khan lalu mengumumkan perang – api kematian lalu membakar negeri yang di kelilingi lautan – membunuh semua 12 suku yang terbuang – menghancurkan negeri yang memiliki 50 bintang – di akhiri berdamai dengan penguasa kota bukit 2 menara terang.
Lonceng pagi berdentang kencang – di kota merah Luoyang – naga terbang datang bersama 7 pemimpin kerajaan – bumi pun berguncang – setalah datangnya mahdi pemimpin perang – negeri Khan lalu mengumumkan perang – api kematian lalu membakar negeri yang
Pemimpin sejati – takkan menjual hati nurani – demi sebuah citra diri – negeri ini terlalu mahal untuk dibeli – kami takkan menjual demi sebuah dinasti – jangan buat kami saling membenci – cukup sudah konspirasi – kalian menari dan menyalakan api – berbahaya untuk negeri – cukup sudah Si Bu Ya bernyanyi – cukup sudah ia ebrmain kecapi – ia makin tidak terkendali.
Pemimpin sejati – takkan menjual hati nurani – demi sebuah citra diri – negeri ini terlalu mahal untuk dibeli – kami takkan menjual demi sebuah dinasti – jangan buat kami saling membenci – cukup sudah konspirasi – kalian menari dan
Pemimpin sejati – takkan menjual hati nurani – demi sebuah citra diri – negeri ini terlalu mahal untuk dibeli – kami takkan menjual demi sebuah dinasti – jangan buat kami saling membenci – cukup sudah konspirasi – kalian menari dan menyalakan api – berbahaya untuk negeri – cukup sudah Si Bu Ya bernyanyi – cukup sudah ia ebrmain kecapi – ia makin tidak terkendali.
Pemimpin sejati – takkan menjual hati nurani – demi sebuah citra diri – negeri ini terlalu mahal untuk dibeli – kami takkan menjual demi sebuah dinasti – jangan buat kami saling membenci – cukup sudah konspirasi – kalian menari dan
Tak kusangka dan kuduga – Kebencian dan cinta terbakar di tanah Raja – Ketika amuk perang saudara – Di istana darah Jayanegara – Siasat keji keluarga ketiga – Wahai putri patih Pasoekawa – Siapakah yang kau bela – Keluarga atau aku sang putra mahkota – Cinta atau ikatan keluarga.
Tak kusangka dan kuduga – Kebencian dan cinta terbakar di tanah Raja – Ketika amuk perang saudara – Di istana darah Jayanegara – Siasat keji keluarga ketiga – Wahai putri patih Pasoekawa – Siapakah yang kau bela – Keluarga atau
Tak kusangka dan kuduga – Kebencian dan cinta terbakar di tanah Raja – Ketika amuk perang saudara – Di istana darah Jayanegara – Siasat keji keluarga ketiga – Wahai putri patih Pasoekawa – Siapakah yang kau bela – Keluarga atau aku sang putra mahkota – Cinta atau ikatan keluarga.
Tak kusangka dan kuduga – Kebencian dan cinta terbakar di tanah Raja – Ketika amuk perang saudara – Di istana darah Jayanegara – Siasat keji keluarga ketiga – Wahai putri patih Pasoekawa – Siapakah yang kau bela – Keluarga atau
Menyusuri jalan yang berliku – cerita tentang masa lalu – Dahulu ketika berjalan bersamamu – teman di masa remaja dulu – Bertindak bodoh dan tertawa lugu – Di manakah kini teman yang hilang di telan waktu.
Menyusuri jalan yang berliku – cerita tentang masa lalu – Dahulu ketika berjalan bersamamu – teman di masa remaja dulu – Bertindak bodoh dan tertawa lugu – Di manakah kini teman yang hilang di telan waktu.
Menyusuri jalan yang berliku – cerita tentang masa lalu – Dahulu ketika berjalan bersamamu – teman di masa remaja dulu – Bertindak bodoh dan tertawa lugu – Di manakah kini teman yang hilang di telan waktu.
Menyusuri jalan yang berliku – cerita tentang masa lalu – Dahulu ketika berjalan bersamamu – teman di masa remaja dulu – Bertindak bodoh dan tertawa lugu – Di manakah kini teman yang hilang di telan waktu.
