Category Archives: pantun

Jalan – jalan ke tanah seberang Menengok sahabat yang tersayang Walau mimpi datang kesiangan Tapi jangan pernah hilang harapan

Jalan – jalan ke tanah sberang Menengok sahabat yang tersayang Walau mimpi datang terlalu siang Jangan hilang akan sebuah harapan Masalah datang tak kenal malam Burung hantu terjaga oleh bulan Jika kita memang tak bisa berteman jangan pula kita saling

Jalan – jalan ke tanah seberang Menengok sahabat yang tersayang Walau mimpi datang kesiangan Tapi jangan pernah hilang harapan

Jalan – jalan ke tanah sberang Menengok sahabat yang tersayang Walau mimpi datang terlalu siang Jangan hilang akan sebuah harapan Masalah datang tak kenal malam Burung hantu terjaga oleh bulan Jika kita memang tak bisa berteman jangan pula kita saling

Bolehkah aku merangkai kembang Di ujung malam tanpa bintang Untaian kata ku kirim terbang Di bawa sang peri cahaya bintang Semoga impian di malam2 yang panjang Semoga Tuhan mendengarkan jeritan hati yang bergetar Di antara goresan tinta dan pedang

Bolehkah aku merangkai kembang Di ujung malam tanpa bintang Untaian kata ku kirim terbang Di bawa sang peri cahaya bintang Semoga impian di malam2 yang panjang Semoga Tuhan mendengarkan jeritan hati yang bergetar Di antara goresan tinta dan pedang  

Bolehkah aku merangkai kembang Di ujung malam tanpa bintang Untaian kata ku kirim terbang Di bawa sang peri cahaya bintang Semoga impian di malam2 yang panjang Semoga Tuhan mendengarkan jeritan hati yang bergetar Di antara goresan tinta dan pedang

Bolehkah aku merangkai kembang Di ujung malam tanpa bintang Untaian kata ku kirim terbang Di bawa sang peri cahaya bintang Semoga impian di malam2 yang panjang Semoga Tuhan mendengarkan jeritan hati yang bergetar Di antara goresan tinta dan pedang  

Lelaki hitam di simpang jalan Menangis dengan tangan yang memeluk bulan Malam ini tak ada cahaya terang Karena bulan telah mati dalam kesunyian

Lelaki hitam di simpang jalan Menangis dengan tangan memeluk bulan Malam ini tak ada cahaya terang Karena bulan telah mati dalam kesunyian  

Lelaki hitam di simpang jalan Menangis dengan tangan yang memeluk bulan Malam ini tak ada cahaya terang Karena bulan telah mati dalam kesunyian

Lelaki hitam di simpang jalan Menangis dengan tangan memeluk bulan Malam ini tak ada cahaya terang Karena bulan telah mati dalam kesunyian  

Kota Medan Sumatera Utara – masjid raja di alun2 kota – wahai gadis yang berkaca mata – kenalkan Arif yang punya kota – Polonia nama bandara – nasution marga para raja – kalau nona bersedia – terima lah aku sang putra mahkota ^^

Kota Medan Sumatera Utara – masjid raja di alun2 kota – wahai gadis yang berkaca mata – kenalkan Arif yang punya kota – Polonia nama bandara – nasution marga para raja – kalau nona bersedia – terima lah aku sang

Kota Medan Sumatera Utara – masjid raja di alun2 kota – wahai gadis yang berkaca mata – kenalkan Arif yang punya kota – Polonia nama bandara – nasution marga para raja – kalau nona bersedia – terima lah aku sang putra mahkota ^^

Kota Medan Sumatera Utara – masjid raja di alun2 kota – wahai gadis yang berkaca mata – kenalkan Arif yang punya kota – Polonia nama bandara – nasution marga para raja – kalau nona bersedia – terima lah aku sang

Sungai deli dan masjid Maimun – tak usah sedi dan melamun – berdendang mata ke Tanahabang – bersenang-senanglah dan liat pemandangan – syair melayu dan anak sungai kereta – gadis bergaun biru ini Arif anak Jakarta.

Sungai deli dan masjid Maimun – tak usah sedi dan melamun – berdendang mata ke Tanahabang – bersenang-senanglah dan liat pemandangan – syair melayu dan anak sungai kereta – gadis bergaun biru ini Arif anak Jakarta.  

Sungai deli dan masjid Maimun – tak usah sedi dan melamun – berdendang mata ke Tanahabang – bersenang-senanglah dan liat pemandangan – syair melayu dan anak sungai kereta – gadis bergaun biru ini Arif anak Jakarta.

Sungai deli dan masjid Maimun – tak usah sedi dan melamun – berdendang mata ke Tanahabang – bersenang-senanglah dan liat pemandangan – syair melayu dan anak sungai kereta – gadis bergaun biru ini Arif anak Jakarta.  

Merah delima bergaun biru – lincah tutur berdarah biru – putri keraton sanggar bumi ayu – gadis ter ayu negeri banjarsuwu

Merah delima bergaun biru – lincah tutur berdarah biru – putri keraton sanggar bumi ayu – gadis ter ayu negeri banjarsuwu

Merah delima bergaun biru – lincah tutur berdarah biru – putri keraton sanggar bumi ayu – gadis ter ayu negeri banjarsuwu

Merah delima bergaun biru – lincah tutur berdarah biru – putri keraton sanggar bumi ayu – gadis ter ayu negeri banjarsuwu

Raja kediri 1000 candi – patih sewu menatap hari – jalan cinta memang tak pasti – kalau jodoh insya Allah kembali – do’a hati 1000 janji – bersihkan diri dari benci – takkan hilang tulisan di hati – walau cinta tak harus miliki

Raja kediri 1000 candi – patih sewu menatap hari – jalan cinta memang tak pasti – kalau jodoh insya Allah kembali – do’a hati 1000 janji – bersihkan diri dari benci – takkan hilang tulisan di hati – walau cinta

Raja kediri 1000 candi – patih sewu menatap hari – jalan cinta memang tak pasti – kalau jodoh insya Allah kembali – do’a hati 1000 janji – bersihkan diri dari benci – takkan hilang tulisan di hati – walau cinta tak harus miliki

Raja kediri 1000 candi – patih sewu menatap hari – jalan cinta memang tak pasti – kalau jodoh insya Allah kembali – do’a hati 1000 janji – bersihkan diri dari benci – takkan hilang tulisan di hati – walau cinta

Adakah mimpi yang datang dari belakang Atau penyesalan yang tak pernah hilang Jika janji terhitung hutang Semoga ia tidak tertinggal di belakang

Adakah mimpi yang datang dari belakang Atau penyesalan yang tak pernah hilang Jika janji terhitung hutang Semoga ia tidak tertinggal di belakang

Adakah mimpi yang datang dari belakang Atau penyesalan yang tak pernah hilang Jika janji terhitung hutang Semoga ia tidak tertinggal di belakang

Adakah mimpi yang datang dari belakang Atau penyesalan yang tak pernah hilang Jika janji terhitung hutang Semoga ia tidak tertinggal di belakang

Hujan menari di terbangkan awan Di hempaskan bagai air yang bergelombang Tak ada tangan yang mampu mengepal Kecuali bara api sebuah keyakinan

Hujan menari di terbangkan awan Di hempaskan bagai air yang bergelombang Tak ada tangan yang mampu mengepal Kecuali bara api sebuah keyakinan

Hujan menari di terbangkan awan Di hempaskan bagai air yang bergelombang Tak ada tangan yang mampu mengepal Kecuali bara api sebuah keyakinan

Hujan menari di terbangkan awan Di hempaskan bagai air yang bergelombang Tak ada tangan yang mampu mengepal Kecuali bara api sebuah keyakinan

Pasar manggis gedung tua Coklat putih manis rasanya Nona yang bersepeda tua Bolehkah aku perkenalkan nama ^^

Pasar manggis gedung tua Coklat putih manis rasanya Nona yang bersepeda tua Bolehkah aku perkenalkan nama ^^

Pasar manggis gedung tua Coklat putih manis rasanya Nona yang bersepeda tua Bolehkah aku perkenalkan nama ^^

Pasar manggis gedung tua Coklat putih manis rasanya Nona yang bersepeda tua Bolehkah aku perkenalkan nama ^^