Category Archives: Novel

Bab 2 – 6

02 Hari Terakhir Penataran 16 Juli 1994 Sabtu sore. Hari terakhir penataran siswa/i baru. ” … dan kami ucapkan selamat untuk adik – adik yang kini telah menjadi bagian dari keluarga besar STM ini, bapak …” suara keras sang kepala

Bab 2 – 6

02 Hari Terakhir Penataran 16 Juli 1994 Sabtu sore. Hari terakhir penataran siswa/i baru. ” … dan kami ucapkan selamat untuk adik – adik yang kini telah menjadi bagian dari keluarga besar STM ini, bapak …” suara keras sang kepala

Sinopsis Hafiz dan Putri Taring Gajah

Sinopsis Hafiz dan Putri Taring Gajah Negeri Ulumasem mengirimkan pasukannya ke negeri Kaliwunggu yang telah merampok dan membunuh utusan dagang mereka di utara laut Jawa. Setelah Serangan kilat selama 10 hari gagal dengan banyaknya pasukan negeri Ulumasem yang terbunuh. Tepat

Sinopsis Hafiz dan Putri Taring Gajah

Sinopsis Hafiz dan Putri Taring Gajah Negeri Ulumasem mengirimkan pasukannya ke negeri Kaliwunggu yang telah merampok dan membunuh utusan dagang mereka di utara laut Jawa. Setelah Serangan kilat selama 10 hari gagal dengan banyaknya pasukan negeri Ulumasem yang terbunuh. Tepat

Bab 1 – 5

Cerita hanya fiksi tanpa kaitan sejarah sama sekali, pengunaan nama, daerah atau masa tidak mencerminkan sejarah itu sendiri. I Armada Kapal Perang Laut Selatan Jawa – 1126 M “Assalamu Alaikum Panglima, setengah jam lagi kapal pertama tiba di pantai Saritis[1].”

Bab 1 – 5

Cerita hanya fiksi tanpa kaitan sejarah sama sekali, pengunaan nama, daerah atau masa tidak mencerminkan sejarah itu sendiri. I Armada Kapal Perang Laut Selatan Jawa – 1126 M “Assalamu Alaikum Panglima, setengah jam lagi kapal pertama tiba di pantai Saritis[1].”

Debu-debu peperangan/Bab Cerita

Debu-debu peperangan 1.Armada kapal perang. 2.Benteng kota musuh. 3.Sisi timur kota Bantoel. 4.Utusan panglima Hafiz. 5.Bukit Karang Sewu. 6.Pondok Taring Gajah. 7.Siasat perang. 8.Surat cinta. 9.Misi dagang negeri China. 10.Siasat raja-raja. 11.Perang kejutan. 12.Duka dalam perang. 13.Gugurnya yang Agung. 14.Jatuhnya

Debu-debu peperangan/Bab Cerita

Debu-debu peperangan 1.Armada kapal perang. 2.Benteng kota musuh. 3.Sisi timur kota Bantoel. 4.Utusan panglima Hafiz. 5.Bukit Karang Sewu. 6.Pondok Taring Gajah. 7.Siasat perang. 8.Surat cinta. 9.Misi dagang negeri China. 10.Siasat raja-raja. 11.Perang kejutan. 12.Duka dalam perang. 13.Gugurnya yang Agung. 14.Jatuhnya

Syair – syair Hafiz dan Putri Taring Gajah

Syair – syair Hafiz dan Putri Taring Gajah Cinta sejati hanya ada pada Allah, ketika cinta di panggil untuk meraih kemuliaan dan kehormatan, maka cinta itu lah yang aku pilih dan aku yakini. Ijinkan aku meninggalkanmu kekasih hatiku, karena debu-debu

Syair – syair Hafiz dan Putri Taring Gajah

Syair – syair Hafiz dan Putri Taring Gajah Cinta sejati hanya ada pada Allah, ketika cinta di panggil untuk meraih kemuliaan dan kehormatan, maka cinta itu lah yang aku pilih dan aku yakini. Ijinkan aku meninggalkanmu kekasih hatiku, karena debu-debu

Tokoh tokoh di dalam cerita

Tokoh Utama Agus Irawan/Agus – Pemimpin basis Waras. Pemberani, humoris dan punya rasa tanggung jawab yang terhadap basisnya. Agus sangat disenangi oleh kawan – kawan dan disegani oleh musuh – musuhnya. Jiwanya yang bersih akhirnya rusak karena dendam dan amarah

Tokoh tokoh di dalam cerita

Tokoh Utama Agus Irawan/Agus – Pemimpin basis Waras. Pemberani, humoris dan punya rasa tanggung jawab yang terhadap basisnya. Agus sangat disenangi oleh kawan – kawan dan disegani oleh musuh – musuhnya. Jiwanya yang bersih akhirnya rusak karena dendam dan amarah

Serpihan cerita

Halte Waras                                                                            . 011 Hari terakhir penataran                                                           . 020 Baju basis                                                                                . 026 Simpang Harmoni                                                                   . 029 Pencuri Itu ayahku Rein                                                         . 033 Kami memang biasa berkelahi                                                .

Serpihan cerita

Halte Waras                                                                            . 011 Hari terakhir penataran                                                           . 020 Baju basis                                                                                . 026 Simpang Harmoni                                                                   . 029 Pencuri Itu ayahku Rein                                                         . 033 Kami memang biasa berkelahi                                                .

Dipersembahkan

Dipersembahkan Untuk generasi yang hilang, generasi yang bersekolah dengan hujan batu di atas kepalanya. Generasi yang bersekolah dengan rasa takut dan  cemas dan juga dengan gagah berani untuk apa yang mereka ”yakini” dan mereka ”pahami” Untuk yang melewatinya selama 3

Dipersembahkan

Dipersembahkan Untuk generasi yang hilang, generasi yang bersekolah dengan hujan batu di atas kepalanya. Generasi yang bersekolah dengan rasa takut dan  cemas dan juga dengan gagah berani untuk apa yang mereka ”yakini” dan mereka ”pahami” Untuk yang melewatinya selama 3

Langit Merah Jakarta

Langit Merah Jakarta Arifuräman Cerita ini hanyalah fiksi[1]. Sebuah cerita yang diambil dalam peristiwa yang pernah terjadi pada era tahun 1994 – 1995, sebuah era tawuran pelajar yang pernah terjadi di Jakarta dan sekitarnya.  Sebagian cerita disini hanya merupakan rekaan.

Langit Merah Jakarta

Langit Merah Jakarta Arifuräman Cerita ini hanyalah fiksi[1]. Sebuah cerita yang diambil dalam peristiwa yang pernah terjadi pada era tahun 1994 – 1995, sebuah era tawuran pelajar yang pernah terjadi di Jakarta dan sekitarnya.  Sebagian cerita disini hanya merupakan rekaan.

Sinopsis cerita Langit Merah Jakarta

Sinopsis cerita Langit Merah Jakarta Cerita ini tentang lima orang sahabat yang dahulunya bersekolah di SMP yang sama yaitu SMP Muhammadiyah 33 Tomang, setelah lulus dari SMP mereka bersekolah di sekolah yang berbeda, Agus dan Setyo memilih bersekolah di STM

Sinopsis cerita Langit Merah Jakarta

Sinopsis cerita Langit Merah Jakarta Cerita ini tentang lima orang sahabat yang dahulunya bersekolah di SMP yang sama yaitu SMP Muhammadiyah 33 Tomang, setelah lulus dari SMP mereka bersekolah di sekolah yang berbeda, Agus dan Setyo memilih bersekolah di STM