Arsip Bulanan: Februari 2012
Cemara Berguguran Daun Yang Bernyanyi
Senandung di taman Shiretoko[1] alunan biola dari seorang gadis cantik bermata sendu menerbangkan alam pikiranku dan mengingatkanku sepuluh tahun yang lalu di tempat ini. Ya di taman ini melihat cemara berguguran daun yang bernyanyi. Di musim gugur kenangan, di musim
Cemara Berguguran Daun Yang Bernyanyi
Senandung di taman Shiretoko[1] alunan biola dari seorang gadis cantik bermata sendu menerbangkan alam pikiranku dan mengingatkanku sepuluh tahun yang lalu di tempat ini. Ya di taman ini melihat cemara berguguran daun yang bernyanyi. Di musim gugur kenangan, di musim
rindu ini ku gantung di ujung malam
ku tulis sajak – sajak di atas air yang berderai, dan terbawa hujan yg datang, hutan – hutan bambu di lembah ngarai malam, kini dia kah yang datang? Setapak rindu berjejak kaki di awan? ku tunggu sampai pena kering dmakan
rindu ini ku gantung di ujung malam
ku tulis sajak – sajak di atas air yang berderai, dan terbawa hujan yg datang, hutan – hutan bambu di lembah ngarai malam, kini dia kah yang datang? Setapak rindu berjejak kaki di awan? ku tunggu sampai pena kering dmakan
Titip Rindu Dei, Aku Menunggumu di Sini
Dei … berada di pelukanmu begitu hangat dan damai Terimakasih banyak … Akhirnya kau menepati janjimu juga! Setia di sampingku. Sampai detik ini ku yakini begitu banyak janji yang tak mungkin bisa diperbaiki dan waktu yang tak bisa kembali. Seperti
Titip Rindu Dei, Aku Menunggumu di Sini
Dei … berada di pelukanmu begitu hangat dan damai Terimakasih banyak … Akhirnya kau menepati janjimu juga! Setia di sampingku. Sampai detik ini ku yakini begitu banyak janji yang tak mungkin bisa diperbaiki dan waktu yang tak bisa kembali. Seperti
Malam Pertama Ku Minum Air Sucimu
Aku yang ada di pelukanmu, yang kau tutupi wajahku dengan sebagian rambutmu, tubuh yang bersinar keputihan dan kemolekan tubuh seorang perempuan sejati. Aku pun memeluk erat tubuhmu dan meresapi seluruh ragamu untuk ku miliki dan ku cintai. Ini lah hari
Malam Pertama Ku Minum Air Sucimu
Aku yang ada di pelukanmu, yang kau tutupi wajahku dengan sebagian rambutmu, tubuh yang bersinar keputihan dan kemolekan tubuh seorang perempuan sejati. Aku pun memeluk erat tubuhmu dan meresapi seluruh ragamu untuk ku miliki dan ku cintai. Ini lah hari
Senja di Pelabuhan Drammen Fort
Hujan berganti teduh Walau angin badai masih selalu saja menganggu Tak ada yang sanggup menghentikan derasnya rinduku Juga cintaku … Dan juga semuanya tentang hatiku … Tidak juga badai hujan ini … Tidak juga luasnya samudra ini … Tidak juga
Senja di Pelabuhan Drammen Fort
Hujan berganti teduh Walau angin badai masih selalu saja menganggu Tak ada yang sanggup menghentikan derasnya rinduku Juga cintaku … Dan juga semuanya tentang hatiku … Tidak juga badai hujan ini … Tidak juga luasnya samudra ini … Tidak juga
