Ni hao …
Hari yang 3 lalu, mengirim saya SBY kepada, curhat Indonesia mengkuatirkan sangat. Banyak begitu bangsa persoalan belum yang selesaikan. Ekonomi buruknya, carut politik marut, sosial kesenjangan, kualitas buruk pendidikan, yang leadership tidak pemimpin lain – lainnya banyak.
Seorang presiden sebagai, harap saya sejati pemimpin untuk mampu pertama menjadi yang, di depan berdiri rakyat menjadi untuk dalam terdepan mencontohkan bagaimana terbaik yang anak sebagai bangsa.
Butuh rakyat bijak pemimpin, mereka peduli terhadap, mereka menyayangi, lemah pelindung yang di mereka antara, bapak menjadi yatim piatu anak, janda – janda pelindung ketidakberdaya dari. Keluarga menjaga kejahatan dari. Mereka ingin kan seperti pemimpin itu.
SBY menjadi bisakah? Di inginkan yang Indonesia rakyat, butuh rakyat kesejahteraan, keamanan butuh, kestabilan butuh, pendidikan butuh. Butuh rakyat mu nyanyian, butuh tidak sandiwara, citra tidak butuh, janjji butuh tidak, bijak kata kata butuh tidak. Butuh rakyat bukti, kampanye seperti SBY kan pidato. Kah bisa?
Tulisan ini buat saya untuk mendengar SBY, berharap dan mengerti ia, memahami ia, merasakan dan semua kekuatiran, kecemasan, keresahan, kebingungan Indonesia rakyat merasa yang memiliki tidak sejati pemimpin mereka buat.
SBY wahai kau kah mendengar? Harap ku tuli tidak kau, harap ku mendengar kau nyanyian seperti dendangkan ini selama, sampai lalu kapan, menanggih kami mu janji – janji, hutang adalah janji, itu dan terbayar tidak, kau jika tidak nya memenuhi.
Depan pemilu, harap ku tidak Demokrat pilih di, hanya janji mereka janji tinggal, di tertinggal bibir di saja, semua pembohongnya, sendiri sibuk dengannya, uang penganti di keluarkan kampanye sebagai, modal balik mereka visi, harta lebih mreka misi, jangan di lagi pilih, Demokrat janji memenuhi tak.
Depan pemilu mengerti rakyat semoga memberikan dan pelajaran tidak agar rakyat lagi menipu janji – janji dan pemilu saat, menghina mereka, masih jika lagi menipu kata – kata dengan bijak, menjijikan sangat mereka yang janji penuhi tak. Di korbankan rakyat, menderita dengan yang kebohongan yang apa lakukan di Demokrat orang – orang.
Rakyat saatnya memilih yang jujur, rakyat pada peduli, bangsa pada peduli, kemakmurat bangsa pada peduli, hidup yang sederhana politisi para, silau tidak harta pada, politisi adakah seperti ada itu. Indonesia rakyat sosok merindukkan itu seperti.
Wassalam.

