Sajak Kerinduan

Agustus 28th, 2011 § Tinggalkan sebuah Komentar

rindu yang panjang, bagai malam yang tak berbintang-seperti bulan yang kesepian-yg merindukan surya di setiap fajar-tahukah kau tentang mengapa angin di ciptakan-karena Tuhan ingin “mendinginkan” dada2 para “pejalan malam”-dari kesulitan dan kesempitan-dari kemalangan dan kekalutan

Masih ingat dengan jargon “Alhamdulillah sudah”? pekan pertama Ramadhan kita bayar zakat yuuuk !!!

Agustus 4th, 2011 § 3 Komentar

Kawan – kawan (Muslim) semua, masih ingat dengan ajakan “Alhamdulillah sudah” itu looooh ajakan membayar zakat di awal Ramadhan yang di kampanyekan oleh sebuah lembaga amil zakat nasional. Lembaga ini mengajak kita untuk mengubah kebiasaan dalam membayar zakat yang biasa kita lakukan.

Nah karena hari ini jatuh di pekan pertama, nyoooook nyak dan babeh kita sambut dengan suka cita ajakannya, dan jangan lupa ajak – ajak tuch si Mamat, si Ujang, si Dul, dan si Khodir, jangan lupa juga mpok Monah dan Abang Akung.

Udaaah pada gajiaan kaan, yang bisnis juga pasti udah banjir duit tuch di lemari besinya. Sekarang, mpok abang dan nyakbabeh kita sisihkan sebagian gaji kita untuk membayar kewajiban yang sudah di tentukan oleh agama, ngga besar kok. Dan ngga bakal menghabiskan gaji kita yang ratusan juta kok (gaji saya sih ngga sampai segitunya^^), apalagi janji Allah kan sudah jelas, apa yang kita berikan, akan dibalas kembali olehNya, apakah berlipat balasannya atau tidak kita serahkan saja pada kebijaksanaanNya.

Kawan – kawan (Muslim) yang beribadah shaum, gimana hari ketiga kita berpuasa, yang terbiasa dengan puasa tentu bukanlah hal yang berat bukan, tapi bagaimana dengan yang hanya puasa di bulan Ramadhan saja? Ya sudah, jangan ngeluh. Tuch si Jimmy bilangin jangan lirik es kelapa muda mulu hehehehe, Mpok Nori jangan lemas begitu bawaannya mentang – mentang puasa, tahan saja perut laparmu. Jangan lupa yang terpenting adalah niat di hati, menjaga pikiran dan juga perbuatan.

Back to Ramadhan speak^^, biasanya di bulan Ramadhan pengeluaran kita pasti lebih besar dari biasanya bukan? Bukber bareng teman – teman, balas dendam dengan memakan apa saja di depan mata, melakukan wisata rohani bersama teman kuliah atau rekan kerja, beli sepatu baru, celana baru, atau apa pun yang baru. Padahal Ramadhan kan tempat kita berhemat dalam hal apa saja. Tidak hanya materi tapi juga non materi. Ramadhan kata ustad – ustad (yang sering saya dengar di ceramah) tempat kita ber uzlah(mengasingkan diri) pada apa saja yang membelokkan hati, pikiran dan perasaan kita pada tujuan ibadah.

Nah dari pada kita menghabiskan uang pada hal – hal yang sifatnya materi saja, lebih baik kita cepat – cepat sisihkan untuk membayar zakat, agar duit kita tidak habis terpakai untuk “ritual rohani” yang keliru.

Zakat kita untuk mereka yang membutuhkan looooh, agar mereka juga bahagia dalam menyambut bulan suci ini, bisa untuk pendidikan mereka, uang saku mereka, kebutuhan perlengkapan sekolah, untuk apa saja yang mereka sulit untuk memenuhinya. Walau kita tidak bisa membuat mereka bahagia selalu, setidaknya di hari besar ini rasa sebagai keluarga sesama agama telah tertunaikan.

Soooooo, kawan – kawan (muslim) semua, yuuuuk tengok isi dompet, Alhamdulillah lembaran merah dan biru terlipat tebal di dompet kita, sampai dompetmu merasa sesak tak bernafas karena begitu tebalnya uang yang kita bawa. Nah sekarang kita jalan bersama ke gerai – gerai tempat membayar zakat di mana saja. Sudah jangan pilih – pilih, bayar zakat di lembaga amil zakat mana saja juga boleh, yang penting lembaga tersebut terpercaya dan amanah pastinya.

Kawan – kawan (muslim) semua, karena membayar zakat kita sudah terpenuhi, Ramadhan kali ini pasti lebih khusyuk karena kewajiban sudah tertunaikan. Sekarang yuuuuuuk kita ramaikan dengan ibadah – ibadah yang mendekatkan kita pada sang Khalik.

Nah ini foto gerai “alhamdulillah sudah” di Plaza Semanggi, lantai Dasar …

Sulit saya percaya, kalau Tuhan “dilahirkan” agar manusia mengenal diriNya

Juli 26th, 2011 § Tinggalkan sebuah Komentar

Beberapa hari yang lalu saya membaca buku – buku tentang Tuhan dan Dewa – dewa, bagimana sejarahnya ia menjadi Tuhan lalu prosesi ia di angkat menjadi Tuhan, lalu menjadi wujud yang tertinggi dan wajib di sembah oleh manusia.

Saya orang yang tertarik dengan apa saja, apalagi sesuatu yang di luar pemahaman dan nalar saya. Membaca, menelaah lalu mengkritisinya. Itu menjadikan akal saya mampu untuk berfikir logis, akurat dan tematis (melibatkan banyak konsepsi ilmu). Tapi terkadang ketika kita berbicara masalah yang begitu sensitif (keyakinan) akal kita seperti otomatis mengunci, sehingga akal yang seharusnya kita gunakan dengan maksimal malah terjerembab pada “kebisuan” untuk belajar dan mencari tahu sesuatu dengan benar.

Tanpa bermaksud mengusik suatu agama/keyakinan tertentu, maka ijinkan saya untuk berfikir, merenung, mengkaji dan mengkritisi apa yang saya baca. Karena sesuatu yang telah di “umumkan” dan di sampaikan di tengah masyarakat (kitab, brosur dan sejenisnya) bukanlah sesuatu pemahaman yang tidak boleh di kritisi, menerima dan meyakini sesuatu tanpa ilmu hanya menyebabkan keyakinan itu sendiri kosong dan rapuh. Tentu saja, setiap kita juga harus berani jujur untuk menjadi “penilai” apa yang kita tulis sendiri dan saya tidak boleh keluar dari konteks berfikir cerdas dan kritis dalam hal ini.

Tolong ijinkan saya untuk mengkritisi apa yang saya baca, dan saya harap siapa pun yang membacanya tidak merasa sedang saya sudutkan, baik keyakinannya mau pun ajaran agamanya. Karena pembahasan ini pasti mengundang pro dan kontra maka penjelasan dan jawaban hanya akan saya batasi dalam kerangka berfikir jernih dan bebas dari prasangka dan sentimen terhadap apa yang saya kritisi.

Hal yang pertama yang saya ingin kritisi adalah, apakah Tuhan perlu dilahirkan dari seorang manusia untuk bisa “hidup” di dunianya manusia? Apakah Tuhan “bergantung” terhadap sesuatu yang membuat dia dan manusia berinteraksi? Apakah Tuhan membutuhkan perantara sesuatu yang menjadikan dirinya mampu diraba, dilihat dan juga di sentuh? Apakah Tuhan memerlukan itu semua? Untuk menunjukkan eksistensinya? Kemahaannya? Kesuciannya? kekuatannya? Kebijaksanaannya? Kasihsayangnya? Dan apakah Tuhan membutuhkan jalan/cara itu semua? Agar manusia mengenal dirinya? Memahami dirinya? Mencintainya?

Apakah Tuhan harus di wujudkan sebagai benda agar manusia menyembahnya? Apakah Tuhan memiliki kemiripan fisik dengan apa yang di ciptakannya? Apakah Tuhan memerlukan sebuah “benda” agar sujud, doa dan permintaan hambanya bisa sampai kepadanya? Apakah Tuhan memiliki Tuhan lain dalam menjalankan kekuasaannya? Apakah Tuhan membagi – bagikan kekuasaannya kepada Tuhan – Tuhan lain? Apakah Tuhan membutuhkan semua itu?

Saya tertarik ketika salah seorang kawan menjelaskan bahwa Tuhannya “dilahirkan” untuk menjadi Tuhan dan menjadi jalan yang terang bagi manusia untuk menuju jalan sang Tuhan. Pertanyaannya, apakah manusia begitu bodoh akal dan pikirannya di mata Tuhan, sehingga Tuhan harus menjadi “manusia” terlebih dahulu agar manusia mengenal diriNya, mengenal KekuatanNya, mengenal kasihsayangNya, mengenal ciptaanNya, mengenal kemurahanNya dan lain – lainnya.

Saya berpendapat bahwa ketika Tuhan dipahami sebagai kekuatan tertinggi, sebagai pemilik semesta alam, pemilik alam jagat raya, maka Ia tidak membutuhkan manusia, malah manusialah yang membutuhkan dirinya? Meletakkan Tuhan pada tempat yang salah hanya mengakibatkan kita tidak mengenal Tuhan dalam “Zat” dirinya yang sebenarnya.

Saya percaya bahwa Tuhan begitu mengenal ciptaannya, mengenal dengan sangat baik kecenderungan – kecenderungan hamba – hambanya, baik yang patuh mau pun yang tidak patuh. Tapi ketika manusia malah berpikir bahwa Ia begitu mengenal Tuhan dengan sangat baik bahkan cara berfikir Tuhan itu sendiri, ini lah yang membuat manusia seolah lebih tahu apa yang pantas untuk manusia. Ini lah yang saya sebut manusia yang berfikir seperti Tuhan dan menjadikan dirinya sebagai Tuhan itu sendiri, pertanyaannya, apakah seseorang yang tetap menganggap bahwa Tuhan memerlukan “lahir” kedunia sebagai manusia untuk “mengenalkan” dirinya. Bukankah ia yang menciptakan dan mengetahui jiwa – jiwa hamba – hambanya? Tuhan menjadi “manusia” lalu “manusia” menjadi “Tuhan” begitu sulit saya pahami dan saya yakini.

Mengapa ia harus menjadi manusia? Mengapa ia harus dilahirkan dulu? Mengapa ia yang begitu agung, suci dan mulia harus merelakan dan merendahkan zatNya? Apakah Tuhan tidak memiliki “jalan” yang cerdas agar manusia tunduk kepada kemauanNya? Bukan malah sebaliknya? Logika bahwa Tuhan harus menjadi “manusia” memiliki pengertian bahwa hanya dengan cara beginilah manusia mengenal Tuhannya. Cara yang menurut manusia bukan? Bukan kah seharusnya Tuhan lah yang merancang “skenario” agar manusia mampu mengetahui, mengenal dan tunduk atas keinginan dan caraNya.

Apakah yang saya katakan salah …


Alhamdulillah sudah !!! Sudah belum kawan (muslim) semua …

Juli 25th, 2011 § Tinggalkan sebuah Komentar

Alhamdulillah sudah? Apa yang Alhamdulillah sudah, begitu pertanyaan saya ketika melihat sebuah iklan teaserdi sebuah situs republika online. Iklan banner itu cukup “menganggu” saya ketika saya “meluncur” di setiap membaca halaman – halaman berita di situs ini.

Dan saya yakin siapa pun yang melihat pasti juga merasakan hal yang sama, setidaknya punya rasa ingin tahu yang kuat, apa sih yang sebenarnya ingin di sampaikan oleh iklan ini? apalagi jenis iklan model teaser ini memang sengaja di buat oleh perancang iklannya. Dengan maksud menggoda pembacanya, dan sepertinya saya pun cukup “tergoda” untuk menelusuri Alhamdulillah sudah dan bertanya banyak kepada mbahnya jagat internet kakek gugeel.

Penelusuran saya akhirnya menemukan sebuah situs mengenai Alhamdulillah sudah, klik saja alhamdulillahsudah.com di situ menyajikan sebuah informasi mengenai zakat, apa dan mengapa harus membayar zakat, manfaat membayar zakat dan tujuan di baliknya. Ternyata yang di maksudkan dengan Alhamdulillah sudah, bermaksud mengajak kesadaran baru di tengah masyarakat muslim bahwa membayar zakat tidak perlu harus menunggu pekan terakhir di bulan puasa.

Bukankah kita mengenal pembayaran zakat fitrah di akhir – akhir Ramadhan? Tapi Alhamdulillah sudah disini ingin mengajak kita untuk membayar zakat fitrah di awal – awal Ramadhan. Sesuatu hal yang baru di tengah kuatnya pemahaman dan budaya dalam masyarakat muslim tentang zakat fitrah.

Ingin mengubah pemahaman dan budaya tentu memerlukan “tenaga” yang kuat. Semua resource tentu harus di gunakan. Dengan padatnya arus komunikasi di dunia media? Maka tantangan terberat dalam kampanye Alhamdulillah sudah ini adalah pola pikir masyarakat yang sudah “berlumut” dan itu tidak mudah untuk “dibersihkan” dan di “lukis” kembali dengan pemahaman yang baru.

Tapi saya percaya dengan kekuatan kejujuran dan keinginan yang kuat untuk selalu mengajak pada pembaharuan di tengah masyarakat, tentang bagaimana zakat itu mudah di kelola jauh – jauh hari dan di salurkan dengan cepat dan tepat, sebelum masyarakat kita “terjebak” dengan budaya – budaya yang terjadi di bulan Ramadhan.

Dan tentu saja ini sebuah ide yang bagus dan mengelitik, mendorong masyarakat muslim untuk membayar zakat di awal – awal. Saya pun berharap dana zakat dapat di kelola secara profesional dan amanah. Sehingga dana – dana zakat itu dapat menciptakan pasar – pasar ekonomi bagi kaum muslim yang terpinggirkan oleh kerasnya jaman. Dan kemudian menciptakan pembangunan sosial dan ekonomi secara utuh dan integral.

Lalu bagaimana dengan anda? Di awal Ramadhan ini, insya Allah saya akan ikut berpartisipasi dalam kampanye Alhamdulillah sudah, Alhamdulillah sudah membayar zakat, dan Alhamdulillah sudah ikut membantu menjadi bagian dalam pembangunan rumah ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Lalu bagaimana dengan anda (muslim), apakah anda tertarik dengan Alhamdulillah sudah ini dan berniat merubah habit kita selama ini?

ini “balon” yang sering saya lihat di beberapa ruas jalan di Jakarta.

Bakka, Situs Agama Tertua dalam Peradaban Manusia

Juli 22nd, 2011 § Tinggalkan sebuah Komentar

Minat saya terhadap sejarah tentang agama, kepercayaan dan budaya cukup tinggi, dan saya belajar dari sumber mana saja dan berharap saya menemukan sebuah “mutiara” hikmah dari setiap apa yang saya baca dan saya pelajari.

Tulisan ini tidak bermaksud untuk “mengiring” siapa pun mengenai masalah keyakinan, tulisan ini saya angkat hanya ingin membagi apa yang saya dapatkan, dan itu mengenai sebuah tempat/situs keagamaan tertua dalam perjalanan anak manusia. Kutipan dalam setiap kitab/surat/ayat di sini hanya bersifat menjelaskan. Selama penulisan dan cara penyampaiannya jujur, maka saya berharap tidak ada yang keberatan atas apa yang saya tulis di sini.

Lembah Bakka/Makka

Ada sebuah informasi yang menarik ketika saya membaca surat Mazmur yang berbicara mengenai sebuah tempat yang di huni oleh suatu kaum, yang di sana kaum itu selalu berseru kepada Tuhannya. Di sini pun di ceritakan bahwa tempat ini juga selalu di kunjungi (Ziarah) oleh manusia yang berada di luar lembah Bakka, mereka datang (Ziarah) untuk menyembah Tuhannya. Lalu mereka membuat sebuah sumur untuk para Ziarah dan melayani mereka sebagai tamu Tuhan. Inilah bagian surat yang menjelaskan hal tersebut.

Berbahagialah orang-orang yang diam di rumahMu, yg terus menerus memuji-muji Engkau, berbahagialah manusia yg kekuatannya di dalam Engkau, yg berhasrat mengadakan ziarah! Apabila melintasi lembah Baka(Makkah), mereka membuatnya menjadi tempat yg bermata air (Zami atau ZamZam), bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat. MAZMUR 84:57

Sebagian kalangan/sarjana/mufasirrin ada yang menyebutkan bahwa Mazmur di turunkan pada masa Nabi Daud/Sulaiman. Kalangan Yahudi memasukkannya menjadi bagian dalam kitab Taurat/Talmud (kalau tidak salah), Kalangan Kristen memasukkannya ke dalam kumpulan kitab – kitab Perjanjian Lama (Old Testament), dan Kalangan Islam memasukkannya bagian dari Kitab Zabur (Daud).

Saya pun mencoba melaraskan apa yang di katakan Qur’an mengenai situs tertua yang telah di sampaikan di Mazmur 84:57 , apakah istilah kata Bakka sebenarnya merujuk kata dari Makka. Lalu sebagian mufasirrin juga menyebut bahwa Makka berarti Ummul Quro yaitu asal negeri (Bumi).

Istilah kata baik, Bakka atau Zami (Zam-Zam) bisa berbeda mungkin di akibatkan karena banyaknya dialeg dan suku kata pada saat itu. Apalagi kita mengetahui bahwa jazirah Arabia sebenarnya merucut pada satu budaya/ras inti yaitu suku/ras bangsa Arab, maka bisa di mengerti jika dialeg dan suku kata berkembang di sana, sebagaimana anak suku – suku kata yang bercabang di belahan dunia.

Dan Qur’an pun ternyata mengambarkannya tentang situs ini :

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” QS. Al Imron/3 : 96

Lalu di lanjutkan lagi :

“Dan (ingatlah), ketika kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah.” QS. Al Hajj/22 : 26

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. QS. Al Baqaroh/2 : 127

Zami/Zamzam

Di dunia ini hanya ada satu tempat yang bermata air yang tak pernah habis dan tak memiliki dasar yaitu mata air Zami atau Zamzam. Penyebutan yang berbeda yang di sebut Mazmur dan Al-Quran hanya bersifat bahasa atau dialek saat itu masyarakat menyebutnya.

Sejarah menyebutkan peristiwa di sebuah lembah tandus yang kini bernama Bakka (Makka) ketika Ibrahim meninggalkan Ismail dengan ibunya. Ketika itu Hajar berlari antara Safa dan Marwah untuk mendapatkan air ketika Ismail kecil meronta – ronta kehausan.

Terjadi lah keajaiban, dari hentakan kaki Ismail keluar mata air yang kini bernama Zami atau Zam-zam yang berarti berkumpullah – berkumpullah saat Hajar berseru melihat Air tersebut. Dan airnya masih bisa diminum sampai kini, saya tergerak dan penuh takjub ketika ilmuwan dari sebuah negeri asing (Barat) mencoba meneliti air Zamzam tersebut, tapi sayangnya saya lupa di mana saya pernah menonton publikasinya (Discovey Channel) bahwa beberapa peneliti (Kalau tidak salah ilmuwan dari Prancis) yang menyelam di dalam sumur Zamzam tidak menemukan dasar dari sumur tersebut. dan tentang bagaimana dinamisnya pergerakan air di dalamnya. Ilmuwan tersebut menyimpulkan bahwa sumber air ini seperti berasal dari dalam perut bumi yang tidak di ketahui “titik” nya.

Haji/Ziarah

Sejarah umat manusia selalu mencari Tuhan, sebagai manusia (hamba) yang lemah, manusia selalu berharap mendapatkan perlindungan, kasihsayang dan rahmatNya, dan manusia sampai kapan pun pasti selalu berjalan menuju Tuhan. Walau pun setiap orang akan memilih jalannya sendiri – sendiri menuju Tuhan.

Haji berasal dari perkataan “HAJ” yang artinya Ziarah atau menuju/berkunjung, suatu riwayat Yahudi yang mengemukakan bahwa Ibrahim membuat “tempat pemujaan” yang di buat oleh nabi Adam, yang telah runtuh oleh air bah yang kemudian di bangun kembali oleh nabi Nuh dan hancur kembali pada masa pembagian – pembagian (The Targums of Onkelos and Jonathan ben Uzziel di terjemahkan oleh J.W Ethebridge, London 1862,226)

Bakka atau Makka menjadi tempat paling purba yang di bangun oleh manusia, oleh karena itu Tuhan menghendaki agar manusia dari segala penjuru dunia datang berkumpul pada rumah suci itu, dan dengan demikian manusia di ingatkan akan rasa kemanusiaan dan hubungan mereka bersama Tuhan yang maha Tunggal. Sebagaimana di katakan oleh nabi Ibrahim :

Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. QS. Al Baqaroh/2 : 128.

Jika Qur’an menyebut kata “Haji” maka Mazmur menyebut kata “Ziarah” dalam istiah bentuk ibadahnya. Tapi memiliki makna dan tujuan yang sama, yaitu bahwa manusia pada saat itu telah menentukan tempat, waktu, bulan dan tahun sebagai sebuah ritual wajib untuk melakukan ibadah sebagai bentuk pengabdian mereka kepada Tuhan.

Ini adalah catatan dari Alkitab mengenai rumah ibadah tertua ini :

Berbahagialah orang-orang yang diam di rumahMu, yg terus menerus memuji-muji Engkau, berbahagialah manusia yg kekuatannya di dalam Engkau, yg berhasrat mengadakan ziarah! Apabila melintasi lembah Baka(Makkah), mereka membuatnya menjadi tempat yg bermata air (Zami atau ZamZam), bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat. Mazmur 84:57

Ucapan Ilahi di Arabia. Di belukar di Arabia kamu akan bermalam, hai kafilah – kafilah orang Dedan! Yesaya 21:13

Segala kambing domba Kedar (nenek moyang suku Quraisy) akan berhimpun kepadamu; domba – domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu (Idul Adha, ibadah Qurban atau pendekatan); semuanya akan dipersembahkan di atas mezbahKu sebagai korban yang berkenan kepadaku, dan Aku akan menyemarakkan rumah keagunganku. Yesaya 60:7

Ini catatan dari Qur’an mengenai Bakka/Makka :

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” QS. Al Imron/3 : 96

Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. QS. Al Baqaroh/2 : 128.

Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai  unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, QS Al Haj 27.

Selamat berhaji atau berziarah, semoga Tuhan menerima semua amalan dan kebaikan kita. Amiiiiiiiiin.

Sumber :

Al-Quran

Perjanjian Lama (Alkitab)

All Curch Doctrines Contradict the Bible, Abu Muhammad Muhajir

Keterangan dalam kurung () itu dari penafsiran penulis.

“Kalau kau sudah bekerja, kau baru bebas merokok”

Juli 6th, 2011 § Tinggalkan sebuah Komentar

Ni hao …?

Dahulu, waktu saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah di tegur Ayah, karena kedapatan merokok sebatang rokok miliknya, lalu dengan bijaknya ia berkata. “Kalau kau sudah bekerja, kau baru bebas merokok.” Untuk menghindari dari hukuman tambahan darinya, aku memilih mengangguk dan mengiyakan saja petuah darinya.

Pengalaman merokok pertama kali, ku dapatkan ketika duduk di bangku SD kelas 6, selepas sekolah kami biasanya bersembunyi di belakang halaman sekolah, hanya untuk sekedar mengisap sebatang rokok, dan itu pun di habiskan oleh kami berempat.

Entah apa yang kurasakan pada saat itu, bersama teman – teman sekolah, kami merokok sepuasnya. Merokok saat itu membuatku merasa seperti laki – laki, cowok sejati. Kami lalu tertawa geli ketika membayangkan reaksi wajah Ayah atau Ibu, yang melihat kami merokok di sini, hukuman badan pasti tak terelakkan dan hukuman mental tak terbayangkan. Makanya kami memilih bersembunyi di sini dan merokok di halaman belakang sekolah dengan tenang.

Kami berempat memang kompak, selalu bersama dan selalu tertawa. Apalagi kalau sudah merokok bersama, dan kami tak pernah peduli ketika beberapa penumpang melihat kami dengan pandangan heran dan mungkin juga kesal, melihat kelakuan kami yang merokok di lantai atas bis, dan masih dengan seragam lengkap, seragam merah – putih kebanggaan.

Dahulu pada masa SD, ada sebuah bis tingkat trayek Grogol – Blok M, sayangnya saya lupa nomor bus tersebut. Selepas sekolah kami sering ke Blok M, sekedar jalan – jalan dan duduk – duduk di terminal Blok M, dan dengan bangga terselip sebuah rokok di tangan. Coba apa kata dunia saat itu, anak SD sudah merokok, dan kami tetap tak peduli apa pun kata mereka, dan juga semua pandangan heran atau sinis.

17 tahun telah berlalu, beberapa hari yang lalu, aku bertemu dengan anak salah satu Tulangku (paman). Ia seorang mahasiswa hukum di UIN, semester 4. Ternyata ia tidak hanya kuliah seperti kebanyakan mahasiswa lainnya. Ia sudah bekerja dan mencari uang sendiri, sebagai seorang guru privat, mengajar Matematika dan bahasa Inggris. Hmp, cerdas juga sepupuku ini, ujarku pelan.

Dari sepupuku inilah, awalnya ku dengar kembali kata tersebut, ketika ia menawarkan rokok padaku, aku pun hanya mengeleng pelan, ia jelaskan kalau dirinya sudah bebas untuk merokok. “Di rumah juga? Tanyaku. “Kan aku sudah bekerja bang, jadi Ayah tidak melarangku untuk merokok di rumah, bahkan kadang Ayah meminta rokokku. “Ibu bagaimana?” “Sama lah bang, kan sudah kerja aku,” ulangnya dengan bangga. Ya, rasa bangga itu, dulu yang membuatku sembunyi – sembunyi untuk merokok. Kali ini ia bangga tanpa harus sembunyi lagi untuk sekedar merokok.

Kata – katanya membuatku tersenyum. Tak kusangka kata – kata ini, ku dengar kembali setelah 17 tahun lamanya. Ternyata alasan bekerja masih di jadikan kata “sakti” untuk mensahkan dirinya untuk bebas merokok di dalam rumah. Lalu bagaimana dengan anak sekolah, anak kuliah, mereka belum bekerja? apakah mereka masih bersembunyi untuk sekedar merokok seperti jaman SD ku dulu?.

Masa SMP, aku sudah di bebaskan Ayah untuk merokok, ia tidak lagi marah kepadaku, bukan karena ia tidak ingin marah, tapi karena aku nya yang tidak bisa di nasehati saat itu. Tapi untuk menghindari dari “teriakan” keras Ibu, terpaksa aku tidak merokok di dalam rumah.

“Kalau kau sudah bekerja, kau bebas merokok” kata – kata ini terngiang lagi di kepalaku, pertanyaannya, apakah ada korelasi yang positif “bekerja dan bebas merokok”? Apakah ada hubungannya dengan “bekerja atau belum bekerja” dengan ijin merokok? Setahu saya merokok tidak butuh alasan apa pun, bekerja atau pun tidak bekerja, hanya sebuah alasan yang tidak masuk akal, kecuali sebuah alasan yang di cari – cari. Atau kita sering mendengar orang mengatakan ini … “Aku kan sudah bisa nyari duit sendiri, dan rokok yang ku beli dari duit ku sendiri. Mungkin alasan yang masuk akal, tapi tetap bukan sebuah alasan yang cerdas dan bukan pilihan yang rasional, ketika kita memilih untuk merokok.

Sekarang ini saya sudah memilih, dan berhenti total untuk tidak lagi merokok, alasannya tentu bukan karena saya tidak lagi bekerja. Alasan kedua, juga bukan karena saya ingin menghemat uang, tapi lebih dari sekedar alasan – alasan tersebut. Ini sebuah alasan untuk pilihan hidup sehat. Dan saya tidak membutuhkan alasan sudah bekerja, baru bebas memilih untuk hidup sehat tanpa rokok.

Sooo, untuk para perokok, please berhenti memberi kami racun dari asap rokokmu. Mengertilah jika berada di tempat – tempat umum, karena kami tidak menyukai asap racun dari rokokmu, dan tolonglah mengerti, dan tolonglah kami menjadi perokok pasif. You passion already within you, always start with what you have dan from where you are …  Salaam(^^)

Masa Depan dan Kehancuran Negara Israel/Israil

Juli 4th, 2011 § Tinggalkan sebuah Komentar

Beberapa hari yang lalu saya berdiskusi dengan hangat dengan beberapa teman di sini, tentang konflik Israel/Israil dan Palestina. Sesuatu hal yang wajar jika kita membela dan berada di salah satu fihak yang bertikai, dan itu biasanya berkaitan dengan sesuatu yang sangat emosional, yaitu kedekatan agama dan keyakinan. Tapi saya berharap kita tetap berada dalam sebuah jalur yang benar, jujur dan berimbang dalam melihat dengan seimbang, terukur dan adil dalam melihat konflik yang tak berkesudahan ini.

Bangsa Yahudi sering kali menggunakan istilah sebagai “bangsa terpilih”, yang berarti juga sebagai sebuah bangsa yang paling disayang, terkadang istilah sebagai “bangsa terpilih” ini begitu menganggu pikiran saya, jika memang ada sebuah bangsa yang terpilih berarti harus ada bangsa yang tidak terpilih, begitu juga ada bangsa yang tidak disayang, logika yang sederhana dan berbalik seimbang. Tapi pertanyaannya, apakah Tuhan memiliki sifat seperti itu, sifat yang hanya di miliki oleh manusia seperti kita, sifat dasar sebagai manusia? sama seperti saya. Dogma/Logika ini tentu sulit saya mengerti, tapi untuk beberapa hal saya biarkan saja mereka (Yahudi) untuk meyakini dan memahami apa yang mereka yakini.

Bani Israel/Israil pasca eksodus dari negeri Mesir. (sudut pandang study Islamic Archaeologi)

Salah satu tujuan penting hijrahnya bangsa bani Israel/Israil adalah tentang pengenapan janji Tuhan kepada mereka, tentang sebuah tanah yang telah di janjikan bagi mereka, yaitu bumi Palestina. Wilayah – wilayah ini pada mulanya di kuasai raja – raja Filishtin/ raja bangsa Palestina. Oleh karena itu Al-Qur’an menggunakan kata kerja “mewarisi” untuk penyebutan pengambilalihan bani Israel/Israil atas tanah suci ini (Palestina).

Al-Qur’an juga menyebut bahwa tanah yang diwarisi buat mereka (Yahudi) hanyalah bagian timur dan baratnya saja (Ini berbeda dengan realita sekarang). Dalam sebuah dialog yang tercatat :

“ … ingatlah ketika Musa berkata kepada kaumnya, … Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah di tentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada musuh) dan menjadikan kamu menjadi orang – orang merugi”

“Mereka berkata,” Hai Musa, sesungguhnya dalam negeri ini ada orang – orang gagah perkasa, sesungguhnya kami sekali – kali tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar dari padanya, jika mereka keluar dari padanya, pasti kami akan memasukinya,”

Dalam dialog ini jelas, bahwa klaim bangsa Yahudi bahwa tanah palestina adalah tanah tak bertuan dan tak memiliki penguasa gugur atas sebuah realita sejarah. Dan sejarah pun mencatat pada masa Musa, rakyat Israil hidup terlunta – lunta karena mereka tidak berani memasuki bumi (Palestina) ini.

Sampai datangnya nabi Daud a.s yang memerangi bangsa Filishtin dan membunuh raja mereka. Daud lalu mendirikan kerajaan Yahudi di atas tanah Palestina untuk pertama kalinya dalam sejarah perjalanan bangsa Israel/Israil setelah hidup terlunta – lunta di bumi ini, maka genaplah janji Tuhan bagi mereka pada masa itu.

Puncak kejayaan bangsa ini terjadi pada masa nabi Sulaiman a.s. Kerajaan Yahudi membentang luas, tapi sayangnya setelah kematian Sulaiman, bangsa Yahudi terpecah belah dan membuat kerajaan mereka terpecah menjadi dua. Satu di utara dan satu lagi di selatan. Penyebab perpecahan mereka ialah sepuluh dari dua belas suku memberontak kepada raja penganti yang berasal dari keluarga Sulaiman dan mereka mendirikan kerajaan di utara dengan nama Israel.

Dalam muqadimah kitab raja – raja disebutkan pada tahun 722 SM, bangsa Assiria menyerang kerajaan Israil di bagian utara dan menghancurkannya. Lalu di ikuti 130 tahun sesudahnya, bangsa Babilonia menghancurkan kerajaan Israil(Yahudza) di selatan.

Hampir di semua buku – buku sejarah sepakat bahwa setelah kehancuran pertama (1) Israel sebagai sebuah Kerajaan/ Negara tak pernah lagi ada kerajaan atau negara yahudi yang berdiri kecuali baru pada tahun 1948 M di bumi Palestina ini.

Masa pembuangan/ diaspora

Setelah hancurnya kerajaan mereka di tangan Babilonia, bangsa Yahudi di usir dari bumi ini, mereka di jadikan budak di negeri – negeri Babilonia. Setelah Babilonia hancur oleh kerajaan Persia barulah kaum Yahudi ini di ijinkan kembali tinggal di negeri Palestina.

Masa pun berganti, tanah Palestina ini berada di bawah kekuasaan bangsa Romawi, kali ini bangsa Yahudi kembali terusir akibat pemberontakan yang gagal untuk mendapatkan otonomi dan kekuasaan di Palestina. Raja Romawi akhirnya menghancurkan haikal (rumah ibadah) mereka dan mengusir mereka keluar dari tanah Palestina dan itu terjadi pada tahun 70 M, dan pada tahun 135 M seluruh sisa – sisa sejarah mereka di hapuskan sama sekali di bumi Palestina ini. Dan mereka mulai hidup “bergentanyang” di muka bumi selama ribuan tahun.

4 mitos Zionism untuk klaim atas tanah Palestina

Kaum Yahudi yang hidup dalam pengasingan meyadari bahwa mereka harus kembali lagi ke tanah yang telah di janjikan untuk mereka. Janji tentang tanah dan kaum yang terpilih “berdengung” keras di hati, jiwa dan pikiran mereka. Mereka butuh sebuah negara, sebuah wilayah yang berada di bawah kekuasaan mereka, yang akan melindungi mereka, dan mereka akan aman di dalamnya, inilah mimpi – mimpi yang di suarakan oleh kaum Zionism.

Theodore Herzl, sebagai salah satu bapak Zionism terus mengkampanyekan tentang tanah yang telah di janjikan ini, padahal di dalam benak kaum Yahudi pada saat itu mereka tidak lagi menginginkan kembali ke tanah Palestina karena sudah hidup dengan damai dan makmur di negara – negara Eropa.

Zionismlah yang akhirnya membentuk sebuah kesadaran baru tentang pentingnya sebuah negara Yahudi, negara yang akan melindungi dan menjaga mereka. Empat mitos dasar Zionism yang kemudian membentuk kesadaran semua orang tentang pentingnya masyarakat Yahudi tentang zionism.

Pertama (1) adalah tentang “sebuah negeri tanpa bangsa, untuk bangsa tanpa negeri”. Mitos ini secara licik telah di gunakan oleh orang – orang zionism awal untuk menyebarkan friksi bahwa Palestina merupakan sebuah tempat kosong, terpencil, tandus dan jauh dari keadaan yang siap untuk di tempati. Klaim ini dengan cepat diikuti oleh penolakan adanya identitas, kebangsaan dan kepemilikan absah bangsa Palestina pada negeri yang di dalamnya bangsa Palestina telah tinggal sepanjang sejarah, bahkan sebelum bangsa Yahudi datang ke negeri ini.

Kedua (2) adalah mitos tentang demokrasi Israel. Cerita – cerita surat kabar dan referensi televisi yang tak terhitung jumlahnya tentang negara Israel di ikuti oleh penegasan bahwa Israel merupakan satu – satunya demokrasi sejati di Timur dekat. Dalam kenyataannya, Israel tidak lebih baik dari negara Apartheid di belahan Afrika. Kebebasan sipil yang merupakan proses wajib dan hak hak asasi secara hukum menolak mereka yang tidak memenuhi kreriteria rasial dan keagamaan.

Mitos ketiga (3) adalah bahwa “keamanan” sebagai kekuatan penggerak kebijaksanaan luar negeri Israel. Orang – orang Zionis mempertahankan bahwa negaranya harus menjadi kekuatan militer terbesar keempat di dunia. Sebab Israel “dipaksa” untuk “mempertahankan dirinya” melawan ancaman besar dari negara – negara Arab di sekitarnya.

Mitos keempat (4) zionism sebagai pewaris moral dan korban – korban Holocaust. Mitos ini merupakan yang paling tersebar dan mendalam dari mitos – mitos tentang zionism. Para idiolog zionism telah membungkus diri mereka dengan kain kafan kolektif dari enam juta (silahkan lihat dibuku THE HOLOCAUST INDUSTRI, NORMAN G. FINKELSTEIN, di buku ini Norman menelanjangi tentang kebusukan dan pemerasan yang di lakukan oleh organisasi Yahudi dalam memeras para bank – bank di Eropa atas nama HOLOCAUST, di dalam buku ini Norma juga menolak klaim 6 juta yang terbunuh atas penelitian yang di lakukannya terhadap keberadaan kamp konstentrasi dalam melakukan pembersihan etnis) Yahudi yang menjadi korban pembunuhan massal Nazi.

Israel/Israil masa kini

Rabbi Fischam mengatakan pada komite penyelidikan khusus PBB pada tanggal 9 Juli 1947, dengan sombongnya ia mengatakan bahwa tanah yang di janjikan Tuhan membentang dari sungai Mesir sampai sungai Eufrat, berarti itu meliputi Suriah, Lebanon dan Jordania. Pada buku harian Thedore Herzl pada volume II halaman 711 menyebutkan bahwa tanah Israel/Israil membentang dari hulu Nil sampai ke Eufrat.

Ideologi dan paham inilah yang akhirnya menyeret sebuah perang panjang antara Yahudi dan negara – negara Arab di sekitarnya. Dan sampai detik ini pun negara – negara Arab tidak mengakui klaim sepihak dan rasis oleh bangsa Yahudi ini.

Beberapa bulan yang lalu, pemimpin Israel mengatakan dalam sebuah forum di Israel bahwa mimpi mereka mewujudkan Israel raya telah mati oleh kenyataan dan realita, mimpi Israel Raya yang membentang seperti yang di dengungkan oleh para bapak pendiri negeri ini telah terhancur dan pecah dan berhamburan bagai buih di lautan. Tak ada lagi Israel Raya seperti dahulu, ujar salah satu pemimpin mereka dengan tertunduk.

Israel kini menghadapi kenyataan pahit yang belum pernah mereka alami, dunia kini mulai sadar tentang kejahatan, pembunuhan, kekejaman, kebohongan, teror dan dusta yang dibangun oleh pemerintah mereka.

Kedigdayaan militer mereka pun akhirnya ambruk ketika mereka harus mengakui kalah dalam perang di Libanon/HIzbullah (2006) dan Di Gaza/Hammas (2009-2010). Israel sebagai kekuatan militer di timur tengah pun terancam dengan hadirnya kekuatan militer Iran yang mulai menunjukkan taringnya, apalagi Iran berkali – kali melakukan ujicoba missil yang mampu menerjang wilayah Israel. Apalagi Iran kini mulai menunjukkan sebagai negara yang memiliki kekuatan nuklir.

“Musim semi” di semenanjung Arab telah menjatuhkan pemimpin mereka yang zalim, yang selama ini menghambakan diri mereka kepada Amerika/Israel. Tak di pungkiri lagi, masa depan negara – negara Arab mulai berubah seiring detak jam sejarah. Raja – raja di negeri Arab mulai mencemaskan revolusi ini akan menghantam singgasana mereka. Dan Israel paham benar bahwa sebagian besar pemimpin Arab yang mulai tersisa hanya lah menunggu waktu untuk di jatuhkan oleh rakyat mereka.

Tafsir ayat – ayat surat Al-isra tentang kehancuran Israel

Peristiwa kejatuhan bangsa Yahudi sudah berlalu kurang lebih selama 500 tahun ketika di tanah Arab turun rasul bernama Muhammad, sehingga wajar apabila sebagian bangsa Arab pada saat itu melupakan bahwa di bumi ini (Palestina) pernah tinggal (Bukan pemilik) satu bangsa yang bernama Yahudi.

Pandangan para mufasirin tentang tafsir sejarah berpendapat bahwa bangsa Yahudi tidak pernah terwujud (negara) keberadaan mereka di tanah Al-Quds setelah kaisar Romawi, Hadrian menghancurkan haikal dan mengusir mereka dari tanah Palestina.

Ini adalah salah satu surat Al-Isra yang mengabarkan tentang hancurnya bangsa Yahudi (kembali) ini di bumi Palestina.

“Dan telah kami tetapkan kepada bani Israil di dalam kitab (Taurat), sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di bumi (Palestina) dua (2) kali, dan sesungguhnya kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.” (Al-Isra 4)

“Maka apabila telah tiba janji pembalasan (atas kejahatan) untuk kali pertama (1) (lihat tulisan saya di bagian Bani Israel/Israil pasca eksodus dari negeri Mesir & masa pembuangan) dari dua (2) janji pembalasan. Kami datangkan kepadamu hamba – hamba kami yang tangguh dan hebat serangannya, lalu mereka menjelajah di segala penjuru. (Dan peringatan ini) adalah sebuah janji yang pasti di tunaikan.” (Al-Isra 5)

“Kemudian kami bangkitkan lagi kepadamu kekuasaan dari mereka (yang pernah mengalahkanmu) (lihat tulisan saya di bagian Israel/Israil masa kini), dan kami membantu mu dengan harta dan kekayaan dan anak – anak lelaki yang banyak. Serta kami jadikan kamu kaum yang banyak pasukannya.” (Al-Isra 6)

Setelah 1800 tahun berlalu, tak terlintas sedikit pun dari kalangan mufassirin terdahulu, bahwa bangsa Yahudi akan kembali berkuasa di bumi Palestina untuk kedua (2) (lihat surat Al-Isra 4,5) kalinya. Dan itu adalah hal yang wajar, bukankah pada masa itu khilafah Umayyah, Abbassiyah dan Ustaminayyah sangat kokoh dan luas wilayahnya.

Tafsir analitik

“Dan kami telah tetapkan dari bani Israil, yang di maksud dengan kaum bani Israil berdasarkan Al- Qur’an dalam surat Ali Imran 93, Maryam 58 adalah anak dari keturunan Nabi Ya’qub. Dalam surat Al- Isra ayat 5 telah di sebutkan bahwa untuk pertama (1) kalinya bangsa Yahudi terwujudnya sebagai sebuah bangsa/negara di hukum oleh Tuhan akibat kedurhakaan, kesombongan, kejahatan dan penyelewengan mereka. Kerajaan mereka di hancurkan oleh Tuhan dengan menggunakan tangan dari bangsa Assiria dan Babilonia.

Hari ini, bangsa Yahudi di takdirkan kembali ke tanah Palestina dan mereka berwujud sebagai sebuah bangsa/negara. Kelakuan mereka pun tak ubahnya seperti kelakuan ennek moyang mereka. Mereka melakukan pengusiran, pembunuhan, teror dan kejahatan – kejahatan lainnya secara terbuka. Atas nama Tuhan mereka melakukan kejahatan/teror yang telah melanggar nilai – nilai kemanusiaan.

Peperangan demi peperang telah mereka lakukan demi sebuah impian Israel raya, kini setelah “tangan – tangan mereka lumpuh” oleh kenyataan yang ada, mereka tidak lagi memiliki keberanian untuk berperang atau menyerang negeri – negeri tetangga mereka demi sebuah klaim atas tanah yang di janjikan.

Tapi kejahatan mereka terhadap bangsa Palestina masih berlanjut, anak – anak Palestina mendekam di penjara dengan kondisi yang sangat mengkuatirkan, hak – hak dan keselamatan harga diri mereka terancam oleh sistem penjara Israel yang tidak memperbolehkan tawanan di jenguk oleh pihak keluarga mau pun dari lembaga amnesti internasional.

Israel telah mengambil paksa tanah miliki bangsa Palestina dengan pembunuhan, teror dan kejahatan lainnya, yang membuat anak – anak Palestina hidup dalam pengasingan dan tenda – tenda darurat. Mereka tidak dapat kembali ke tanah mereka.

Kejahatan Israel lainnya adalah memblokade sepihak atas Gaza dengan klaim mereka yang di tolak oleh masyarakat Internasional, hanya Amerika dan Israel saja yang memiliki logika yang sama tentang yang namanya “pembunuhan” secara ekonomi dan sosial atas masyarakat Gaza. Dan mereka meyakininya sebagai sebuah “hukuman” yang setimpal karena rakyat Gaza memilih Hamas sebagai pelindung mereka, buka Fattah atau pun Amerika.

Israel tidak lagi kuat seperti dulu, satu persatu negara – negara bangsa mulai sadar jika mereka selama ini di butakan oleh kampanye media yang dilakukan oleh pemerintahan Israel dan media massa yang menyembah kepada kepentingan Israel dalam menutupi “kejahatan politik dan kemanusiaan” yang selama di lakukan oleh bangsa Israel ini.

“Maka apabila tiba janji hukuman yang terakhir (kami akan datangkan musuh – musuhmu) supaya mereka memuramkan mukamu.” (Al-Isra 7)

“Maka apabila telah datang janji hukuman yang terakhir, kami akan mendatangkan kalian dalam keadaan bercampur baur.” (Al-Isra 104)

Setelah kehancuran bangsa Yahudi oleh Babilonia, baru sekarang bangsa Yahudi terwujud sebagai sebuah negara. Saat ini bangsa Yahudi sekarang tidak lagi murni seperti nenek moyang mereka terdahulu. Para pakar geologi berpendapat bahwa 90 % Yahudi sekarang bukan berasal dari keturunan bani Israil, mereka hanyalah bangsa yang menganut agama Yahudi. Orang Yahudi pun mengakui bahwa sebanyak sepuluh (10) cabang keturunan mereka telah hilang, yaitu Raubin, Syam’un, Zabulun, Yasakir, Dan, Jad, Isyir, Naftali, Afrayim dan Mansi.

“Maka apabila telah tiba janji pembalasan (atas kejahatan) untuk kali pertama (1) (lihat tulisan saya di bagian Bani Israel/Israil pasca eksodus dari negeri Mesir & masa pembuangan) dari dua (2) janji pembalasan. Kami datangkan kepadamu hamba – hamba kami yang tangguh dan hebat serangannya, lalu mereka menjelajah di segala penjuru. (Dan peringatan ini) adalah sebuah janji yang pasti di tunaikan.” (Al-Isra 5)

Ayat ini bercerita tentang akan jatuhnya hukuman kedua kalinya untuk bangsa Yahudi dalam wujudnya sebagai sebuah bangsa/Negara, sebagaimana yang pertama kali mereka mendapatkan hukuman setelah wafatnya nabi Sulaiman.

Wahai bani Israil, bersiaplah menunggu hukuman (Kehancuran) kedua (2) bagi kalian

Dalam sebuah hadist yang di riwayatkan oleh Abu Dawud dalam kitab Jihad di sebutkan … “ Wahai Ibnu Hawwalah, jika kamu telah melihat kekalifahan telah turun di tanah suci (Palestina) berarti telah dekat terjadinya huruhara, prahara dan perkara – perkara besar …”

Ini adalah dalil yang menunjjukkan bahwa kekilafahan turun kembali setelah hilang dari muka bumi. Dalam sejaran khilafah pertama bermula di Madinah, lalu ke Kufah, berjalan menuju Damascus, berpindah ke Bagdad dan berdiri megah di Istanbul. Dan kelak akan turun sekali lagi di Baitul Maqdis (Palestina) dan ini sesuai dengan sejarah bahwa kekilafahan belum pernah sekalipun berpusat di Palestina.

“Mereka berada di Baitul Maqdis dan di sekitar Baitul Maqdis” sesuai dengan hadist nabi Muhammad SAW (saya lupa perawinya) kekalifahan berawal di Madinah dan akan berakhir di Baitul Maqdis.

Wallahul muwaffiq

Sumber tulisan

  1. Dr Bassam Nahad Jarrar, Zawal Israil 2022M nubuat qur’aniyyat an shodat raqniyyat
  1. Dr Louay Fatoohi, Prof Shetha Al-Dargazelli, History testifies to the infillibility of the Qur’an
  1. Norman G. Finkelstein, The Holocuast Industry
  1. Raplh Schoenmman, The Hidden history of Zionism
  1. Al- Quran
  1. Al-Kitab (Lembaga Alkitan Indonesia 2011)

SBY pak membaca saya surat marah dengan

Juni 23rd, 2011 § Tinggalkan sebuah Komentar

Ni hao …

Hari yang 3 lalu, mengirim saya SBY kepada, curhat Indonesia mengkuatirkan sangat. Banyak begitu bangsa persoalan belum yang selesaikan. Ekonomi buruknya, carut politik marut, sosial kesenjangan, kualitas buruk pendidikan, yang leadership tidak pemimpin lain – lainnya banyak.

Seorang presiden sebagai, harap saya sejati pemimpin untuk mampu pertama menjadi yang, di depan berdiri rakyat menjadi untuk dalam terdepan mencontohkan bagaimana terbaik yang anak sebagai bangsa.

Butuh rakyat bijak pemimpin, mereka peduli terhadap, mereka menyayangi, lemah pelindung yang di mereka antara, bapak menjadi yatim piatu anak, janda – janda pelindung ketidakberdaya dari. Keluarga menjaga kejahatan dari. Mereka ingin kan seperti pemimpin itu.

SBY menjadi bisakah? Di inginkan yang Indonesia rakyat, butuh rakyat kesejahteraan, keamanan butuh, kestabilan butuh, pendidikan butuh. Butuh rakyat mu nyanyian, butuh tidak sandiwara, citra tidak butuh, janjji butuh tidak, bijak kata kata butuh tidak. Butuh rakyat bukti, kampanye seperti SBY kan pidato. Kah bisa?

Tulisan ini buat saya untuk mendengar SBY, berharap dan mengerti ia, memahami ia, merasakan dan semua kekuatiran, kecemasan, keresahan, kebingungan Indonesia rakyat merasa yang memiliki tidak sejati pemimpin mereka buat.

SBY wahai kau kah mendengar? Harap ku tuli tidak kau, harap ku mendengar kau nyanyian seperti dendangkan ini selama, sampai lalu kapan, menanggih kami mu janji – janji, hutang adalah janji, itu dan terbayar tidak, kau jika tidak nya memenuhi.

Depan pemilu, harap ku tidak Demokrat pilih di, hanya janji mereka janji tinggal, di tertinggal bibir di saja, semua pembohongnya, sendiri sibuk dengannya, uang penganti di keluarkan kampanye sebagai, modal balik mereka visi, harta lebih mreka misi, jangan di lagi pilih, Demokrat janji memenuhi tak.

Depan pemilu mengerti rakyat semoga memberikan dan pelajaran tidak agar rakyat lagi menipu janji – janji dan pemilu saat, menghina mereka, masih jika lagi menipu kata – kata dengan bijak, menjijikan sangat mereka yang janji penuhi tak. Di korbankan rakyat, menderita dengan yang kebohongan yang apa lakukan di Demokrat orang – orang.

Rakyat saatnya memilih yang jujur, rakyat pada peduli, bangsa pada peduli, kemakmurat bangsa pada peduli, hidup yang sederhana politisi para, silau tidak harta pada, politisi adakah seperti ada itu. Indonesia rakyat sosok merindukkan itu seperti.

Wassalam.

Naik angkutan umum di hari kerja? Hari ini saja … besok – besok tidak.

Juni 22nd, 2011 § Tinggalkan sebuah Komentar

Ni hao …

Beberapa hari yang lalu saya menumpang sebuah angkutan umum menuju kantor di bilangan Pancoran, dan entah kenapa pagi itu saya tiba – tiba saja  ingin sekali menaiki metromini yang dulu sering saya naiki menuju sekolah, kuliah mau pun awal – awal bekerja.

Seperti biasanya, di jam – jam kerja, arus lalu lintas pagi ini pun agak berbeda dengan hari – hari sebelumnya, saya sering mengatakan kalau lalu lintas Jakarta seperti perasaan perempuan yang sulit di terka. Dan kali ini tebakan saya benar. Di depan saya, arus lalu lintas berjalan tersendat – sendat, bukan karena macet tapi karena sang sopirnya menjalankannya dengan pelan, hmp, mengapa saya tidak naik motor saja, kalau begini keadaannya pasti saya tiba di kantor lebih lama. Maklum saja, kursi baru terisi setengahnya, mungkin dia tidak ingin merugi bila mengantar kami hanya dengan sedikit penumpang. Di badan jalan, ribuan kendaraan beradu “mental” untuk bersabar dan berhati – hati untuk sampai ke tempat tujuan.

Aku yang duduk di bangku paling belakang sesekali melihat ke depanku, melihat keruwetan dan kemacetan yang tak pernah kunjung terurai, di tiap lampu merah jalan dan persimpangan pasti terjadi penumpukan, lampu merah yang berkedip merah tak di indahkan sebagian pengendara, ini lah “ajang” keterampilan yang harus di miliki setiap pengendara di Jakarta berzigzag ria dan terkadang itu menyenangkan buat sebagian orang.

Pukul 7 lewat 30 menit, saya tiba di Terminal Kampung Melayu, puluhan orang sudah menunggu di pinggir jalan, menunggu bus kesayangan mereka. Saya termasuk pribadi yang nyaman duduk – duduk di emperan jalan, di terminal mau pun di halte – halte bus, melihat keramaian dalam kesendirian membuat saya bersikap rendah hati dan memandang realitas sebagai kenyataan yang dekat.

Seruan menggunakan angkutan umum menuju ke kantor

Kota Jakarta dan pola transportasi massalnya yang tidak tertata rapi tentu akan membawa dampak yang buruk bagi tertibnya arus lalu lintas. Aktifitas warga Jakarta yang cepat membutuhkan sebuah sistem dan manajemen transportasi yang memudahkan mereka bergerak cepat dan dinamis. Kenyamanan dan keselamatan pun menjadi prioritas utama warga Jakarta.

Sebagian warga Jakarta akhirnya memilih menggunakan kendaraan pribadinya dengan alasan – alasan di atas, dan mereka tidak salah. Lihat saja bagaimana pemerintah mengelola angkutan massal yang ada, kebijakan yang tidak “memanusiawikan” penggunanya. Berdesak – desakan, pengemudi yang nakal dan liar dalam membawa kendaraannya, kejahatan dan pelecehan seksual yang terjadi di angkutan umum, dan hal – hal lainnya yang membuat warga Jakarta meninggalkan angkutan umum yang ada.

Sebenarnya saya pun terkadang merasakan hal yang sama, saya juga mengalami hal yang sama. Pada saat pulang kantor dan bis yang saya tumpangi sudah miring kekiri, penumpang di dalamnya berdesakan dan tanpa jarak, perempuan dan laki – laki pun berhimpitan dengan sangat rapat. Tentu saja keadaan ini membuat kaum perempuan sering merasakan “pelecehan” belum lagi para pencopet yang berkeliaran di pintu – pintu.

Saya hanya butuh 45 menit atau 1 jam bila menggunakan kendaraan pribadi, tapi jangan berharap yang sama jika saya menggunakan kendaraan umum, bisa 1 jam lebih bahkan dua jam tergantung lalu lintas di depan saya. Menggunakan angkutan umum sudah tidak lagi efisien di Jakarta, saya rugi waktu dan uang jika setiap hari menggunakan angkutan umum ini.

Jumlah kendaraan yang ada di Jakarta

Dari semua angkutan umum yang ada, baik yang di kelola pemerintah daerah mau pun yang di miliki individu dan pengusaha yang berada di payung organda, pelayanan dan kondisinya begitu mencemaskan, mungkin hanya bus Trans Jakarta yang lumayan baik, walau pun dari sisi pelayanannya butuh di tingkatkan.

Pemerintah daerah (Dishub) sepertinya tidak siap untuk mengelola sistem dan manajemen transportasi dengan baik. Pilihan masyarakat Jakarta yang memilih kendaraan peribadi menambah keruwetan yang ada, dan meledakkan volume kendaraan di jalan pun tak terhindari lagi.

Jumlah kendaraan di Jakarta tahun ini membengkak menjadi 9 juta lebih dan pertumbuhan rata – rata pertumbuhan dalam 5 tahun terakhir berkisar 9%-10% pertahun, dengan perincian 6 juta lebih kendaraan bermotor roda dua, 2 juta lebih mobil pribadi, angkutan umum 3 ratus ribu lebih dan truk sebanyak 5 ratus lebih.

Kebutuhan perjalanan di Jakarta pun harus melayani 17,1 juta perjalanan perharinya, dengan panjang jalan hanya 7,650 km dan luas jalan 40,1 km2 (6,2% dari luas wilayah DKI Jakarta) takkan mencukupi dan melayani arus lalu lintas dengan baik, apalagi pertumbuhan panjang jalan hanya berkisar kurang lebih 0,01% pertahun.

Lalu apakabarnya dengan penduduk di Jakarta, data kependudukan mencatat 8.483.920 jiwa, namum pada hari dan siang hari, angka tersebut bertambah besar dengan datangnya para pekerja dari kota – kota satelit di Jakarta, seperti bekasi, Tangerang, Bogor dan Depok. Di kepala saya sudah terbayang bagaimana jika setengahnya saja berangkat kerja, sekolah, kuliah pada hari dan jam yang sama, tentu menyebabkan arus lalu lintas menjadi “tidak biasa.”

Berangkat lebih awal pulang lebih cepat

Saya memutuskan untuk berangkat lebih awal agar saya bisa pulang lebih cepat utnuk menghindari kemacetan dan untungnya kantor di mana saya bekerja menerapkan “smart time” bagi karyawannya. Kebijakan cerdas ini tentu tidak saya sia siakan begitu saja. Pukul 7 saya sudah tiba di kantor dan bergegas pulang bila jam menunjukkan pukul setengah 5 sore.

Dengan begini saya terhindar dari kemacetan dan antrian panjang di jalan. Lalu bagaimana dengan rekan – rekan yang perusahaannya tidak menerapkan kebijakan yang sama. Tentu saja jika ia memaksakan untuk pulang pada jam pulang kerja, ia akan terjebak dengan kemacetan yang sudah menjadi rutinitas di Jakarta.

Memilih untuk pulang lebih lama tentu mengorbankan banyak hal dan itu menjadi pilihan yang berat tentunya. Untuk yang menggunakan kendaraan pribadi mungkin lebih aman, tapi bagaimana dengan yang menggunakan angkutan umum?

Peta macet ala Angga Cipta

Angga Cipta membuat sebuah karya yang cerdas dan membantu bagi siapa saja untuk mengetahui simpul – simpul dan titik – titik kemacetan di Jakarta. Coba saja datang ke ruang rupa di Tebet, dalam pameran “Diperkosa kota.”

Angga mencoba mengilustrasikan fenomena kemacetan Jakarta dan kita bisa melihat sendiri daerah mana saja yang jalannya selalu macet dan jalan mana yang selalu lancar. Ia pun membuat karyanya dalam bentuk interaktif dan mempersilahkan pengunjung pameran untuk ikut memberi titik di mana saja pusat kemacetan di Jakarta. Dengan ikon – ikon yang di sediakan, seperti bus kota, bajaj, truk dan ikon – ikon lainnya, perancang dan pengunjung dapat berbagi pengalaman kemacetan yang pernah “memperkosa” mereka.

Solusi untuk hari ini

Kemacetan dan gilanya jalan di Jakarta tentu tidak terjadi begitu saja, tidak datang hari ini, atau seminggu yang lalu atau pun juga sebulan sebelumnya. Ini terjadi ketika pemerintah daerah tidak siap dalam membaca tingginya pertumbuhan industri kendaraan bermotor yang ada, dan pesatnya pertumbuhan ekonomi di Jakarta dan di permudah lagi dengan sistem pembiayaan secara kredit yang mudah meriah.

Salah satu penyumbang terbesar kemacetan adalah menumpuknya kendaraan pribadi, baik motor dan mobil. Solusi yang terbaik untuk hari ini pun tidak ada, tapi solusi untuk 5 – 10 tahun mendatang harus sudah mulai di pikirkan dan serius untuk mencari jalan mengurai kemacetan yang terjadi.

Jika pemerintah masih tidak serius dalam menangani permasalah ini, bukan tidak mungkin tanpa harus menunggu 5 tahun lagi “tsunami” kemacetan ini akan membuat Jakarta lumpuh dan ini akan membuat cost yang besar, belum lagi dampak lingkungan yang di akibatkan dari kemacetan tersebut.

Pemerintah takkan sanggup bekerja sendiri dalam hal ini, sudah saatnya pemerintah mengandeng masyarakat umum, industri otomotif, kepolisian, ahli lingkungan hidup, ahli transportasi untuk menemukan kebijakan yang strategis dan tepat agar kemacetan mulai terurai dan berkompromi untuk kepentingan yang lebih besar. People may be uneducated but they are not stupid, wassalam.

Sumber tulisan :

www.kependudukancapil.jakarta.go.id

www.dephub.go.id

Maaf Dik … tidak ada kembalian 720 rupiah, ujar petugas SPBU Pertamina tersebut lalu berlalu di depan sayya

Juni 21st, 2011 § Tinggalkan sebuah Komentar

Kemarin sore, saya mengisi bensin di sebuah SPBU Pertamina di kawasan Radin Inten , karena sudah terbiasa dan hafal bagaimana menghemat membayar biaya pengisian, saya tahu persis takaran pasnya. “Bang isi 12.000 ribu ya, ujar saya sambil memberikan uang kertas 10 ribuan dan selembar uang 2 ribu, dan biasanya hamper penuh . Siap pak, ujarnya sambil tersenyum kepada saya, kita mulai dari NOL ya pak.

Tidak sampai 1 menit, tangki bensin pun penuh, tumben kali ini petugasnya tidak lalai dalam mengisi dan membuat motor saya tertumpah dengan bensin yang meluber, kali ini ia begitu sabar mengawasinya hingga tak ada satu tetes pun yang tertumpah.

Mata saya pun melihat angka di jarum penunjuk di pengisian tersebut. 11.280 rupiah, sedangkan tangki saya sudah penuh. Bang Tanya saya dengan pelan, tolong kembaliannya, 720 nya ujar saya, karena saya memberikannya uang pas. Maaf dik, (petugas ini memanggil saya dik, mungkin karena tampang saya yang imut kali ya hehehe) tidak ada kembalian kami tidak di bekali uang receh ujarnya lalu berlalu di depan saya.

Hmp, kalau setiap pengisian bensin selalu lebih begini, berarti rugi donk saya, ujarku ketika meninggalkan SPBU tersebut. Coba kawan renungkan, jika seratus orang yang bernasib saya pasti SPBU tersebut menangguk untung lebih dari sekedar jasanya. Bagaimana kalau seribu orang, sedangkan di Jakarta saja, ada 2 juta lebih pengendaraan kendaraan bermotor.

Oooh, untungnya kau SPBU, untung karena tidak memiliki kebijakan mengembalikan kembalian yang tidak bisa di bayarkan. Tapi kalau saya usul, bagaimana kalau fihak manajemen SPBU Pertamina memberikan saja beberapa permen agar para pelanggannya tidak merugi. Bagaimana ?

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.